Kegiatan Saat Imlek
Selamat Tahun Baru Imlek ヾ( ˃ᴗ˂ )◞
mumpung lagi Imlek, Saya mau sedikit bercerita apa yang dilakukan saat Imlek. Tentunya berbeda-beda setiap keluarga karena biasanya memiliki budaya dari leluhur masing-masing.
Memakai baju baru
Biasanya saat malam sebelum Imlek, kami mulai memakai baju tidur baru. Kemudian, saat hari Imlek nya kami memakai baju lain lagi untuk pergi kerumah saudara. Meskipun biasa identik dengan warna merah, saya tidak memakai baju berwarna merah karena tidak suka. Baju baru tentunya tidak wajib, saat ekonomi lagi sulit pakai baju tidak baru bukan masalah yang penting bukan warna hitam karena warna hitam melekat pada kematian.
Sembayang Malam Imlek
Untuk yang masih memegang adat, biasanya melakukan sembayang tengah malam. Saya sendiri melakukannya sedikit dipaksa. Sembayang sendiri kegiatannya hanya memasang hio pada altar yang sudah disediakan dengan banyak buah-buahan yang mana biasanya saya colong sedikit, serta meminta keberkahan pada tahun ini (tahun baru Imlek maksudnya).
Pergi Ke Rumah yang Tertua
Dikeluarga besar kami, saat Imlek biasanya pergi ke rumah orang yang usianya tertua baik dari keluarga besar Ibu ataupun Ayah. Di rumah yang paling tua itulah biasa seluruh keluarga besar berkumpul. Yang tertua bisa Kakek, Nenek, Kakek punya Adik misalnya atau siapapun yang umurnya paling tua.
Bertukar Amplop Merah
Amplop Merah atau angpao biasanya diberikan oleh mereka yang sudah menikah kepada saudara-saudara. Biasanya ke anak-anak atau remaja. Meski saya sudah berumur cukup untuk berkerja, saya tidak boleh memberikan angpao kepada orang lain karena belum menikah. Adatnya memang begitu entah mengapa dan mitosnya berat jodoh jika dilanggar. Anyways, saya jadinya masih dapat angpao meskipun tidak sebanyak seperti saat masih kecil karena peraturan tersebut •̀⩊•́
Ke Rumah Teman
Masa Imlek itu adalah 15 hari sebelum hari cap go atau tanggal 15 pada kalender lunar. Pada masa ini biasanya setelah hari awal Imlek nya kerumah keluarga besar, setelahnya selama masa antara 15 hari tersebut kami pergi kerumah teman untuk menjaga tali persahabatan. Ntah temen dari Ayah atau dari Ibu. Karena saya nolep biasanya tidak ikut pergi (ᵕ—ᴗ—)
Mitos dan Larangan saat Imlek
- Dilarang menyapu rumah karena menghilangkan rezeki
- Angpao bernilai genap (lagian mana ada orang kasih uang ganjil Rp 50.001 misalnya)
- Dilarang memakai baju berwarna gelap karena identik dengan berduka (anyways, saya selalu melanggar)
- Tidak boleh memberikan angpao jika belum menikah karena nanti berat jodoh
- Gerimis saat hari pertama Imlek adalah keberkahan
- Dilarang keramas
- apalagi ya, terlalu banyak saya lupa
Hal-hal yang Misa tidak suka saat Imlek
Ajang Banding, saat Imlek biasanya keluarga besar saling menanyakan kabar-masing. Di momen inilah biasanya para orang tua saling mengadu kehebatan anaknya. Para ibu tidak mau kalah bercerita dalam membangga kan anak nya. Ada juga orang tua justru menjelekan anaknya didepan orang-orang. Selain itu, momen ini juga menjadi menakutkan karena pasti pertanyaan "apakah sudah kerja?" dan "Sudah pacaran?" muncul dimana umur saya sekarang adalah umur yang rawan kena pertanyaan tersebut.
Hierarki Sosial, saat keluarga besar kumpul, maka terbentuk lah hierarki sosial. Untuk tingkatan para orangtua, hierarki ini terbentuk bedasarkan tingkat kekayaan. Si kaya biasanya diajak mengobrol dan bercerita sedangkan si miskin tidak ada yang mengajak berbicara. Dikalangan anak muda biasanya yang tampil lebih modis dan terlihat berduit akan lebih populer. Namun, dikalangan ini lebih terlihat membentuk kelompok-kelompok tersendiri seperti anak sma. Saya sendiri masuk golongan menyendiri di pojokan dan asik sendiri dengan hp kecilnya dan makanan yang saya bawa. dont disturb me and dont asking me weired question. Pls let me enjoy this food while watching some movie.
Bapak-bapak, seperti normalnya saat pesta besar seperti ini para bapak-bapak menyetel lagu kencang dengan speaker yang disetting full bass. apa itu pitch, apa itu trebel? full bass mean party!!!. Hal tersebut masih bisa ditoleril. Namun, momen ini juga menjadi ajang minum-minum dimananya saat nanti mereka mabuk dan menjadi rese. Selain itu, mereka juga meroko sehingga asapnya ngebul dimana banyak anak - anak disekitar mereka. KENAPA TIDAK MEROKO DI LUAR YNG RADA JAUHAN???